eins


Gadis belia berusia enam belas tahun itu belajar sendirian di perpustakaan kampus yang tak jauh dari rumahnya. Ia belajar dengan tekun demi masuk kampus yang menaungi perpustakaan ini.

Setidaknya, terlihat begitu. Ia terlihat tekun.

Setiap minggu, ia selalu datang ke sana dan belajar pada sore hari, kemudian pulang menjelang petang.

Mahasiswa di sana selalu meliriknya aneh karena ia kerap datang dengan seragam SMA, namun, masa bodoh. Ia tetap datang ke sana. Meski ia harus menyisihkan sebagian uang jajannya untuk tiket masuk.

Kebiasaan belajarnya itu berlangsung selama sebulan penuh, ia selalu datang paling tidak tiga kali dalam seminggu.

Hingga pada suatu saat, sesuatu terjadi, dan ia tak pernah terlihat lagi di perpustakaan.