
Prolog
🔴 [camera: on]
”...”
“Ngomong, dong!” bisik Aya, berdiri di balik tripod kamera.
“Udah record?” wanita cantik berusia nyaris kepala tiga itu tampak bingung. Ia duduk di atas bangku kayu tinggi tanpa sandaran dengan latar belakang warna putih.
Aya mengangguk cepat.
“Oh, oke oke.” Wanita itu malah manggut-manggut dulu, baru kemudian biacara, “halo, Haidar.”
Tiba-tiba saja dadanya terasa nyeri dan entah mengapa, rasanya ia mau menangis.
“Gue, Alana Kalani, udah bareng sama Haidar selama kurang lebih sebelas tahun. Gue mau bilang ... makasih udah hadir di hidup gue. Lana sayang Haidar.”
Kemudian, Aya, si cameraman, terpaksa menghentikan rekaman karena Lana tak mampu membendung tangisnya.